Marketing 4P sebagai bauran marketing adalah model pemasaran yang banyak mendasari ide pemasaran lainnya. Model marketing 4P berasal dari gagasan bauran pemasaran Neil Borden yang dikonsepkan menjadi empat unsur oleh E. Jerome McCarthy. Marketing 4P menjadi kontrol utama dalam perencanaan marketing.

Marketing 4P merupakan komposisi penting dalam perencanaan marketing. Strategi bauran marketing 4P dilakukan untuk pembuatan bisnis atau produk, membangun merek, dan mencapai target penjualan. Strategi marketing 4P disusun secara terarah untuk mencapai target, segmen, dan positioning yang ditetapkan.

Strategi bauran marketing 4P memberi banyak dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis. Manfaat marketing 4P antara lain menciptakan promosi yang tepat, membangun brand awareness dan loyalitas pelanggan, menghasilkan kepuasan konsumen, serta meningkatkan volume penjualan produk.

Marketing 4P merupakan kolaborasi empat unsur yang terdiri dari Product (produk), Price (harga), Promotion (promosi), dan Placement (penempatan atau distribusi atau saluran). Setiap unsur tersebut memiliki peran dan fungsi yang berbeda-beda. Namun semua unsur tersebut merupakan satu kesatuan dan tak bisa dipisahkan satu sama lain.

Setiap unsur marketing 4P nampak sederhana, namun penerapannya cukup kompleks. Mari kita simak konsep strategi marketing 4P dan keterkaitannya dengan kepuasan konsumen 

Product

Produk merupakan sesuatu yang ditawarkan untuk mendapatkan keuntungan dari hasil inovasi dan kreativitas pihak internal perusahaan. Untuk mencapai  kepuasan konsumen, produk haruslah berorientasi pada konsumen. Pembuatan produk harus mengutamakan manfaat sehingga menarik daya beli konsumen sehingga memberikan efek yang kuat untuk menarik daya beli konsumen. 

Produk berkaitan dengan kebijakan umum produk yang terdiri dari nama merek, formulasi, ukuran, desain kemasan, jenis kemasan, labeling, petunjuk penggunaan produk, manfaat dan fungsi produk, serta kualitas produk. Terkait kepuasan konsumen, produk memberi manfaat customer solution. Produk hadir untuk membantu dan memecahkan masalah yang dihadapi konsumen.

Sebagai studi kasus, CV Buah Indonesia sedang merencanakan marketing untuk buah naga yang dijadikan selai. Dengan kata lain, produknya adalah selai buah naga.

Price

Harga produk sangat berhubungan dengan kualitas produk dan nilai atau value produk. Strategi penentuan harga ditentukan berdasarkan segmentasi dari target konsumen. Sebelum menetapkan harga produk, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Misalnya survei pasar harga produk, analisis harga, biaya, dan persaingan bisnis serta jumlah permintaan pasar terhadap produk. 

Kebijakan penetapan harga produk meliputi daftar harga, diskon, periode pembayaran, dan jangka waktu kredit (term of payment). Penetapan harga yang dibayarkan konsumen harus menyesuaikan kebutuhan dan keinginan konsumen. Sehingga unsur ‘harga’ memberi manfaat customer cost. Maksudnya adalah konsumen mendapat harga bayar yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.

Harga yang ditetapkan CV Buah Indonesia adalah 20 ribu rupiah. Namun sebagai harga awal, produsen menerapkan diskon sebagai perkenalan produk menjadi 15 ribu rupiah saja. Menurut hasil survei pelanggan CV Buah Indonesia, harga ini tergolong murah, dan terjangkau untuk rata-rata harga pembelian selai di minimarket.

Promotion

Salah satu kunci kesuksesan produk adalah promosi. Promosi bertujuan agar konsumen mengetahui tentang produk yang ditawarkan. Promosi dijalankan sesuai strategi marketing dari segi segmentasi, targeting, dan positioning. Metode promosi yang umum digunakan terdiri dari jangka panjang dan jangka pendek.

Promosi merupakan kebijakan untuk mengomunikasikan produk kepada konsumen. Kegiatan promosi meliputi iklan, promosi penjualan, penjualan langsung (direct marketing), dan keunggulan penjualan.

Marketing bertugas melakukan komunikasi tentang produk kepada konsumen secara tepat dan efektif. Jika dilakukan dengan benar dan tepat sasaran, manfaat communication kepada konsumen akan tersampaikan secara optimal.

Promosi yang dilakukan CV Buah Indonesia yang pertama, menerapkan diskon pada produk selai buah naga. Kedua, iklan di media elektronik dan media sosial. Untuk meningkatkan branding sekaligus penjualan, pada 1 bulan pertama mereka akan mengadakan kuis berhadiah setiap minggunya.

Placement

Produk yang dibuat selanjutnya memasuki tahap pendistribusian. Penempatan, pendistribusian, dan tingkat pelayanan terhadap konsumen meliputi lokasi, jaringan dan saluran distribusi, transportasi, inventaris, ketersediaan dan penyediaan produk yang mudah dijangkau oleh konsumen.

Distribusi produk memerlukan dukungan networking (jejaring). Tanpa networking, bisnis akan sulit berkembang. Networking yang terjaring akan bekerja sama untuk menghasilkan usaha networking yang saling menguntungkan. Dari segi kepuasan konsumen, unsur placement memberi manfaat convenience.  Pendistribusian produk yang kaya manfaat dan mudah dijangkau mampu menyenangkan konsumen.

Buah naga yang menjadi bahan baku berasal dari kota Banyuwangi dan sebagian dari kebun CV Buah Indonesia. Pendistribusian produk menyebar ke seluruh Jabodetabek dan Malaysia. 


Sobat Qourse.Id, jangan lupa aplikasikan marketing 4P saat berbisnis. Bisnis berjalan makin sehat dan kompetitif. Terus upgrade skill supaya kamu unggul menghadapi persaingan.

Author

Hai! Saya Masriah Hasan, seorang yang bersemangat menerbitkan konten berdasarkan riset tentang karir, bisnis, pendidikan, dan lain-lain.

Write A Comment