Tugas UI/UX designer sering disamakan. Sebagian perusahaan membuat tugas UI/UX Designer sebagai peran gabungan. Meski sebenarnya, kedua profesi tersebut memiliki tugas dan peran yang berbeda. Untuk memahami tugas UI/UX Designer secara detail, kita akan membahasnya satu per satu. Simak pembahasannya dengan seksama ya!

Tugas UI Designer

1. Menjalankan Semua Tahapan Desain

UI Designer bertugas menjalankan semua tahapan desain visual. Setelah UX Designer menyerahkan wireframe yang berpusat pada pengguna. UI Designer akan merancang antarmuka (interface) berdasarkan hasil tersebut.

UI Designer memikirkan bagaimana produk diwujudkan dalam desain visual yang mengandung estetika dari sudut pandang pengguna. 

2. Membuat Desain Interface

Interface tidak hanya berbicara tentang desain tampilan luar, tetapi juga keseluruhan fitur dalam situs/aplikasi. Interface juga tentang storyboard, alur pengguna, dan sitemaps.

Pemilihan ikon, tombol, gaya menu, tipografi, dan prinsip dasar desain seperti kontras dan keseimbangan menjadi pertimbangan besar untuk dapat menyajikan interface yang sesuai mungkin dengan kenyamanan pengguna.

3. Menetapkan Pedoman Desain, dan Standar Merek

Dalam pembuatan interface, UI Designer secara tidak langsung menetapkan pedoman desain dan standar merek yang menjadi ciri khas yang melekat pada produk. Desain interface dan ilustrasi yang disajikan mempromosikan produk dan perusahaan.

Keterampilan yang Dibutuhkan

1. Soft Skills

Soft skills yang dibutuhkan UI Designer antara lain adalah kreativitas, kerja sama tim, komunikasi, dan kemampuan adaptasi yang tinggi. Soft skills tersebut dapat mendukung UI Designer dalam proses penciptaan konsep dan ide visual.

UI Designer bekerja sama dengan UX Designer dan Pengembang Web. Oleh karena itu, kemampuan komunikasi dan kerja sama tim yang hebat sangat diperlukan.

2. Hard Skills

Adapun hard skills yang harus ada dalam diri seorang UI Designer yang utama adalah keterampilan desain. Mereka akan membuat desain visual, desain interface, desain merek, dan desain tata letak. 

Alat wireframing dan desain seperti Adobe XD, Sketch, Figma, dan Mockplus menjadi kebutuhan dalam pekerjaan UI Designer.

Tugas UX Designer

1. Melakukan Riset Pengalaman Pengguna

Pekerjaan UX Designer berfokus pada interaksi pengguna terhadap produk dan layanan. Riset dan analisis pengalaman pengguna diperlukan untuk mencapai tujuan pekerjaan UX Designer. Riset biasanya dilakukan dengan wawancara. Dalam wawancara yang dilakukan, UX Designer berusaha memahami motivasi, inovasi, dan frustasi pengguna tentang produk.

2. Merancang Kerangka Roadmap 

UX Designer bertugas membuat roadmap pengguna dengan produk. Pada dasarnya UX Designer bertindak sebagai pendukung pengguna. UX Designer mesti menempatkan persona pengguna dalam setiap proses desain. Sehingga semua langkah dalam perjalanan pengguna yang disusun harus memiliki nilai positif bagi pengguna. 

3. Menganalisis Pola Pengguna

UX Designer juga bertugas menganalisis data dan pola pengguna dalam perjalanan yang telah dibuat. Data tersebut digunakan sebagai acuan untuk membuat prototipe produk dan menjalankan eksperimen dengan pengguna nyata.

4. Membuat Prototipe Produk

Tugas UX Designer selanjutnya adalah membuat prototipe produk. UX Designer tidak hanya membuat produk. Mereka membuat produk yang bermanfaat, mudah dan menyenangkan ketika digunakan. 

5. Menguji Produk secara Berkelanjutan

Tugas UX Designer dapat dikatakan tak ada habisnya. Mereka akan terus melakukan uji produk kepada pengguna nyata, dan mengembangkan produk dari waktu ke waktu. Tujuannya untuk menyempurnakan produk hingga menciptakan produk yang memenuhi pengalaman pengguna sebaik mungkin.

Keterampilan yang Dibutuhkan

1. Soft Skills

Soft skills yang harus ada dalam diri UX Designer terdiri dari tiga kemampuan interpersonal utama yaitu kemampuan riset, problem solving, dan komunikasi. Dalam menjalankan perannya, UX Designer berfokus pada perjalanan dan interaksi pengguna dengan produk.

2. Hard Skills

Keterampilan teknis atau hard skills yang menjadi bekal seorang UX Designer meliputi keterampilan mendesain, prototyping, dan design thinking.

Meski tidak bertanggung jawab tentang desain, UX Designer perlu memahami desain untuk berpartisipasi dalam proses desain. Desain dan pembuatan prototipe produk umumnya dilakukan dengan bantuan alat digital seperti Figma, Adobe XD, dan Sketch.

Jika kamu tertarik mempelajari tugas UI/UX Designer, kelas pelatihan online adalah cara praktis untuk upgrade skills dan pengetahuan.

Yuk pelajari lebih lanjut tentang UI/UX di Qourse.Id. Kamu akan belajar tentang semua yang perlu diketahui untuk berkarier menjadi UI/UX Designer dengan ahlinya. Semangat belajar!

Author

Hai! Saya Masriah Hasan, seorang yang bersemangat menerbitkan konten berdasarkan riset tentang karir, bisnis, pendidikan, dan lain-lain.

Write A Comment